Faktamanado.id — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program sosial biasa, melainkan motor penggerak ekonomi nasional yang konkret. Sony membeberkan bahwa nilai perputaran uang harian dari program strategis ini berskala sangat raksasa dan menyentuh langsung berbagai lapisan masyarakat arus bawah setiap harinya.
“Konkretnya seperti apa? Dengan yang barusan saya sebutkan per hari itu Rp942 miliar. Dengan honor minimal Rp100.000 per orang untuk setiap relawan per harinya, maka ada Rp128.992.200.000 dari anggaran tersebut diserap langsung oleh 1,3 juta relawan,” kata Sony kepada wartawan di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Alokasi Dana Operasional dan Multiplier Effect Sektor UMKM
Selain untuk insentif relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia, BGN saat ini mencairkan anggaran operasional sebesar Rp58.701.342.000 per hari. Dana jumbo tersebut dialirkan untuk mendukung ekosistem logistik dan rantai pasok kebutuhan harian penunjang program di lapangan.
Menurut Sony, uang operasional tersebut mengalir ke berbagai sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal:
Supplier pedagang air mineral, Alat Tulis Kantor (ATK), Alat Pelindung Diri (APD), hingga alat kebersihan.
Biaya transportasi, pemanfaatan energi listrik, air bersih, dan kebutuhan operasional penunjang lainnya.
Pembelian komoditas bahan baku pangan utama—seperti beras, ikan, daging ayam, telur ayam, daging sapi, sayuran, hingga buah-buahan—yang dikelola langsung oleh UMKM, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), serta Bumdesma.
Skema Insentif Pengembalian Investasi Infrastruktur Dapur
Tidak hanya berdampak pada operasional harian konsumsi, sebagian porsi anggaran juga dialokasikan untuk pembiayaan infrastruktur fisik dapur produksi. Sony menyatakan, sebanyak Rp166.542.000.000 dialokasikan sebagai dana pengembalian investasi kepada yayasan atau korporasi mitra yang telah membantu membangun fasilitas fisik SPPG.
Dana segar tersebut ditujukan untuk melengkapi pengadaan peralatan memasak modern, alat makan higienis, hingga fasilitas penunjang lainnya di lapangan dengan skema insentif harian terukur.
“Pengembalian investasi kepada mitra Rp6 juta per hari diberikan sampai batas waktu tertentu, jadi ini bukan keuntungan. Kita sebut insentif ini adalah pengembalian investasi per hari yang besaraannya ditentukan berdasarkan hasil appraisal dan grading,” pungkas Sony.
*(Drw)











