Hukum  

KPK Didesak Periksa Pejabat Bea Dan Cukai Dua Periode Sebelum Era Djaka Budhi Utama

Korupsi Gas PGN: Danny Praditya & Iswan Ibrahim Dituntut
Gedung Merah Putih KPK/fkn

Faktamanado.id — Pengusutan skandal rasuah sistematis di sektor kepabeanan nasional kembali mendapat dorongan dan kritik tajam dari elemen sipil. Center of Budget Analysis (CBA) secara terbuka menyoroti penanganan perkara dugaan suap impor yang melibatkan jaringan logistik internasional Blueray Cargo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

CBA menilai proses penyidikan yang berjalan saat ini belum dilakukan secara menyeluruh dan mendesak agar seluruh pihak yang diduga menikmati aliran dana panas tersebut diperiksa tanpa tebang pilih.

Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, mengungkapkan bahwa fokus penyidikan KPK selama ini terkesan masih mengarah kepada oknum pejabat Bea dan Cukai tingkat bawah serta manajemen Blueray Cargo, termasuk tersangka John Field semata. Menurutnya, ruang lingkup penyelidikan wajib diperluas mengingat aktivitas ilegal perusahaan kargo tersebut disinyalir telah menggurita selama puluhan tahun.

“Kasus Blueray Cargo ini sangat terkesan tebang pilih. KPK terlihat hanya fokus kepada draf penyidikan Djaka Utama (Dirjen Bea Cukai). Padahal, Blueray Cargo terdeteksi sudah beroperasi sekitar 25 tahun. Seharusnya periode kepemimpinan dua periode sebelum Djaka Utama juga ikut diusut tuntas,” kritik Uchok dalam diskusi publik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).

Bongkar Dokumen BAP: Ada Dugaan Setoran ke Oknum Aparat Penegak Hukum

Dalam forum diskusi bertajuk “Suap Blueray Cargo: KPK Jerat Tentara, Coklat Muda dan Coklat Tua Dilindungi?” tersebut, Uchok membeberkan draf temuan krusial dari isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang disebut-sebut berasal dari kesaksian Hartanto, salah seorang pegawai internal Blueray Cargo.

Dalam dokumen otentik tersebut, tertulis pengakuan gamblang mengenai penyerahan sejumlah uang pelicin kepada oknum aparat penegak hukum (APH) lintas institusi yang draf eksekusinya dilakukan atas perintah langsung dari John Field. CBA mendesak agar lembar pengakuan di BAP ini ditindaklanjuti secara hukum agar masyarakat memperoleh transparansi utuh mengenai gurita mafia impor tanah air.

  • Rentang Waktu Disorot: CBA mempertanyakan mengapa KPK hanya mengambil draf lokus perkara jangka pendek yakni enam bulan hingga satu tahun.

  • Institusi yang Terseret: Dokumen BAP menyebut adanya draf dugaan keterlibatan oknum dari kepolisian, kejaksaan, BPOM, BPK, hingga sekitar 20 perusahaan penyedia jasa ekspedisi/kargo.

Ancam Laporkan Penyidik ke Dewan Pengawas KPK Jika Mengendap

Uchok menilai, jika KPK menolak membuka dan memproses nama-nama besar yang tertuang dalam dokumen pemeriksaan tersebut, maka marwah penegakan hukum tipikor akan runtuh di mata publik. Keadilan tidak boleh dipotong-potong hanya untuk melindungi jajaran pimpinan tinggi.

CBA pun melayangkan draf desakan resmi agar KPK segera memublikasikan pembaruan penyidikan komoditas impor ini dan memeriksa para pejabat Bea Cukai di era sebelumnya yang membiarkan fasilitas karpet merah Blueray Cargo melenggang bebas tanpa pemeriksaan fisik kepabeanan.

Apabila lembar desakan ini diabaikan dan KPK tetap bersikeras membatasi ruang lingkup draf tersangka, CBA menegaskan kesiapannya untuk mengambil langkah hukum strategis bersama koalisi masyarakat sipil.

“Apabila seluruh pihak yang secara nyata tertulis dalam BAP belum juga dipanggil dan diperiksa oleh penyidik, kami bersama teman-teman lintas elemen akan langsung melaporkan persoalan ini ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK sebagai bentuk kontrol penegakan hukum,” tegas Uchok Sky Khadafi menutup draf pernyataannya.

*(Drw)