Faktamanado.id – Isu kenaikan harga BBM yang viral dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran nyata di tengah masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Pertamina memberikan respons bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga. Namun, bagi Forum Sipil Bersuara (FORSIBER), pernyataan tersebut justru menyimpan celah komunikasi yang patut dicermati.
Hamdi Putra dari FORSIBER menilai pada Selasa (31/3/2026) bahwa respons Pertamina bukanlah bantahan harga tidak akan naik, melainkan sekadar penegasan mengenai ketiadaan pengumuman resmi. Ia menganggap hal ini sebagai pola pengelolaan persepsi publik di mana masyarakat ditenangkan secara sementara tanpa diberikan kepastian absolut mengenai stabilitas harga ke depan.
Logika Pasar Global dan Tekanan Fiskal
Pemerintah melalui Menteri ESDM sebelumnya menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi akan tetap mengikuti dinamika pasar global. Menurut Hamdi, jika pernyataan “belum ada pengumuman” disatukan dengan narasi “mengikuti pasar global”, maka kenaikan harga sebenarnya bukan lagi sekadar spekulasi, melainkan sebuah keniscayaan yang tinggal menunggu waktu tepat.
“Publik sedang berada dalam fase transisi yang tidak disadari. Isu viral yang beredar mungkin tidak akurat dalam angka, tetapi menangkap arah besar pergerakan di balik layar, yaitu tekanan energi global dan beban fiskal negara yang semakin berat,” ungkap Hamdi Putra dalam analisis tertulisnya di Jakarta.
Strategi Pengelolaan Ekspektasi Publik
FORSIBER juga menyoroti bagaimana pembiaran terhadap rumor angka kenaikan yang ekstrem bisa menjadi alat strategis. Ketika harga resmi nantinya diumumkan, angka tersebut akan terasa lebih “ringan” dibandingkan rumor liar yang sudah terlanjur menyebar luas. Strategi ini dianggap sebagai bentuk pengaburan tanggung jawab politik dengan berlindung di balik mekanisme pasar.
Transparansi mengenai simulasi harga dan skenario resmi sangat dibutuhkan agar publik tidak terjebak dalam ketakutan yang tidak perlu. Hamdi menekankan bahwa pertanyaan relevan saat ini bukanlah “apakah BBM akan naik”, melainkan kapan pemerintah merasa siap secara politik untuk mengumumkannya. Kenaikan harga dinilai sebagai keniscayaan di tengah tren harga minyak dunia yang terus melonjak tinggi.
*(Drw)











