Faktamanado.id – PT Pertamina (Persero) memberikan kepastian mengenai keamanan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh penjuru Indonesia menjelang bulan suci Ramadan dan hari raya Idulfitri 2026. Langkah ini diambil untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat yang bersiap melakukan tradisi mudik.
Meski kondisi geopolitik dunia saat ini sedang memanas akibat ketegangan militer di Timur Tengah, Pertamina menegaskan bahwa cadangan energi dalam negeri tetap berada pada level yang aman. Informasi ini dirilis secara resmi pada Kamis (5/3/2026).
Kesiapan Infrastruktur Mudik
Guna mengantisipasi lonjakan permintaan selama periode mudik, Pertamina Patra Niaga telah menyiagakan ribuan titik layanan strategis. Infrastruktur pendukung yang dikerahkan meliputi:
Lebih dari 7.000 SPBU di seluruh wilayah Indonesia.
Kiosk Pertamina Siaga untuk mempercepat akses bahan bakar.
Layanan Motoris (PDS) yang siap mengantar BBM dalam kondisi darurat.
Fokus distribusi akan diarahkan secara maksimal pada jalur-jalur krusial, mulai dari Tol Trans-Jawa, jalur wisata populer, hingga titik-titik keramaian utama para pemudik.
Produksi Terus Dipacu
Sisi produksi energi juga terpantau stabil dan terus dipacu. Melalui PT Pertamina Hulu Energi, tingkat pengangkatan (lifting) minyak pada awal tahun 2026 tercatat telah mencapai angka 386.000 barel per hari.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying. Ia menegaskan bahwa seluruh unsur Pertamina telah tergabung dalam Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) untuk mengawal ketersediaan energi hingga ke pelosok.
(*Drw)











