Faktamanado.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) resmi melanjutkan kolaborasi strategis dengan anak perusahaan Airbus, AALTO HAPS Limited (AALTO). Kerja sama ini fokus pada pengembangan infrastruktur telekomunikasi canggih berbasis High Altitude Platform System (HAPS) di Indonesia.
Kesepakatan tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di sela-sela ajang bergengsi Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Spanyol, Senin (2/3/2026). Sinergi ini akan diperpanjang hingga Oktober 2027 untuk mematangkan implementasi teknologi Stratospace.
Solusi Konektivitas Langit untuk Wilayah 3T
Dalam kemitraan ini, AALTO akan berperan sebagai penyedia layanan konektivitas Stratospace dan operator Stratocraft (HAPS). Sementara Mitratel, sebagai anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, akan mengelola infrastruktur menara pendukung guna mengintegrasikan solusi dirgantara tersebut ke dalam jaringan nasional.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menjelaskan bahwa teknologi HAPS adalah bagian dari strategi jangka panjang TelkomGroup untuk membangun infrastruktur generasi berikutnya.
“Teknologi HAPS berpotensi menjawab tantangan penyediaan layanan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), sejalan dengan kebutuhan pemerintah akan akses konektivitas yang merata,” ujar Seno dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/3/2026).
Implementasi Terukur dan Tata Kelola Pruden
CEO Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menegaskan bahwa langkah ini memperkuat posisi Mitratel dalam ekosistem infrastruktur digital Indonesia. Menurutnya, perpanjangan MoU memberikan landasan kokoh untuk menyusun peta jalan teknologi yang inovatif dan terukur.
Seno Soemadji menambahkan bahwa adopsi teknologi ini akan melalui pengujian komprehensif, mulai dari aspek teknis, finansial, hingga regulasi hukum. “Setiap tahapan akan dijalankan secara prudent (hati-hati) dan mengedepankan tata kelola yang baik guna memberikan nilai jangka panjang bagi ekosistem digital nasional,” tambahnya.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mempercepat transformasi digital Indonesia, terutama di area-area yang sulit dijangkau oleh kabel serat optik atau menara telekomunikasi konvensional.
(*Drw)











