Persiapan Mudik Lebaran 2026: Pertamina Pastikan Stok Avtur di 75 Terminal Aman dan Lalui Uji Kualitas Berlapis

Pertamina EP Kelola Mandiri Sumur Gas Jatinegara
Foto dokumen Pertamina

Faktamanado.id – Menjelang lonjakan mobilitas masyarakat pada periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H, PT Pertamina (Persero) memberikan jaminan keamanan pasokan bahan bakar pesawat (Avtur). Langkah preventif telah diambil untuk memastikan kelancaran operasional maskapai nasional di tengah tingginya permintaan penerbangan.

Kepastian ini ditegaskan dalam kunjungan ke Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (25/2/2026). AFT Halim sendiri merupakan titik strategis yang masuk dalam enam besar terminal bahan bakar penerbangan nasional.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan strategi build-up stok jauh sebelum puncak arus mudik terjadi.

“Kondisi stok Avtur dalam posisi aman. Ketersediaan pasokan telah kami tingkatkan sebelum periode puncak,” ujar Arya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/2/2026).

Infrastruktur AFT Halim dan Skala Nasional

VP Aviation Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga, Yosep Iswadi, menjelaskan bahwa AFT Halim adalah bagian dari 75 terminal Avtur yang dikelola Pertamina secara nasional. Mengingat lebih dari 30 persen distribusinya melayani penerbangan VVIP dan militer (TNI AU), standar keamanan yang diterapkan berada di level tertinggi.

AFT Halim didukung oleh infrastruktur mumpuni, di antaranya:

  • Empat tangki penyimpanan dengan kapasitas total hingga 8.000 KL.

  • Tujuh unit mobil refueler yang siaga setiap hari.

  • Sistem pengujian mutu berstandar internasional.

Empat Tahap Uji Ketat Kualitas Avtur

Selain ketersediaan stok, kualitas bahan bakar menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan. Aviation Fuel Terminal Manager Halim, Irine Yuliana, membeberkan empat tahapan pengujian ketat sebelum Avtur masuk ke tangki pesawat:

  1. Visual Appearance Check: Memastikan bahan bakar jernih dan bebas dari partikel air melalui clear & bright test.

  2. Chemical Water Detector (CWD): Menggunakan alat khusus untuk mendeteksi kandungan air yang tidak terlihat mata.

  3. Density & Membrane Test: Mengidentifikasi potensi kontaminasi fraksi lain serta partikel padat mikroskopis.

  4. Conductivity Unit Test: Menilai daya hantar listrik guna mencegah risiko percikan statis saat proses pengisian (refueling).

“Quality control kami lakukan secara ketat dan konsisten agar Avtur yang diterima konsumen tetap prima,” tegas Irine.

Dengan integrasi sistem dari kilang hingga ke pesawat, Pertamina optimistis ketahanan energi nasional di sektor aviasi tetap tangguh menghadapi lonjakan penumpang selama masa Lebaran 2026. Langkah ini juga selaras dengan komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) dan target Net Zero Emission 2060.

(*Drw)