Analisis Riset Adidaya Institute: Koperasi Desa hingga Program 3 Juta Rumah Diprediksi Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi Prabowo-Gibran

Kemenkop Gelar Pelatihan Koperasi untuk Perajin Tenun NTT
Kemenkop, Seruni, Mama-Mama Tenun, Koperasi NTT, LPDB, Kopdes Merah Putih

Faktamanado.id – Hasil riset terbaru dari Adidaya Institute membawa angin segar bagi optimisme ekonomi nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Berdasarkan survei terhadap para pakar, sebanyak 43 persen ahli sepakat bahwa tiga klaster program strategis akan menjadi mesin utama (engine) pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sebagaimana dilansir pada Kamis (26/2/2026).

Tiga program yang diprediksi memberikan dampak instan terhadap angka pertumbuhan tersebut adalah:

  1. Kampung Nelayan Modern.

  2. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

  3. Program Pembangunan 3 Juta Rumah.

Pemetaan Strategis: Jangkar, Stabilisator, dan Mesin

Ekonom Bramastyo B. Prastowo menjelaskan bahwa riset ini memetakan prioritas pemerintah ke dalam tiga kategori besar guna memberikan panduan strategis yang jelas.

Dukungan terhadap Palestina Merdeka ditempatkan sebagai program “Jangkar” yang memperkuat legitimasi moral Indonesia di kancah internasional. Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan cek kesehatan gratis masuk dalam kategori “Stabilisator” sosial untuk menjaga kualitas sumber daya manusia.

Namun, penggerak utama angka Produk Domestik Bruto (PDB) berada pada kategori “Mesin”. “Pengklasifikasian ini bertujuan agar pemerintah memiliki panduan strategis dalam memacu angka pertumbuhan secara signifikan melalui sektor riil,” jelas Bramastyo.

Menciptakan Efek Pengganda (Multiplier Effect)

Kekuatan program kategori “Mesin” terletak pada kemampuannya menciptakan multiplier effect atau efek pengganda ekonomi yang luas. Sebagai contoh, Program 3 Juta Rumah diprediksi tidak hanya membangun hunian, tetapi juga menghidupkan rantai pasok sektor konstruksi, logistik, hingga pelaku UMKM bahan bangunan di daerah.

Jika program ini disinergikan dengan penguatan produksi di level desa melalui KDKMP dan pemberdayaan Kampung Nelayan, maka daya beli masyarakat di tingkat akar rumput diyakini akan melonjak tajam.

Para ahli dari Adidaya Institute menekankan pentingnya integrasi antarlembaga dalam menjalankan program-program tersebut. Hal ini krusial agar pertumbuhan ekonomi tidak sekadar menjadi deretan angka di atas kertas, tetapi manfaatnya dirasakan nyata hingga ke pelosok nusantara, termasuk di wilayah Kalimantan Barat.

(*Drw)