Faktamanado.id, EKONOMI – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi resmi meluncurkan inisiatif ambisius bertajuk Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Program ini dirancang untuk mengubah paradigma masyarakat menengah ke bawah, khususnya para penerima bantuan sosial (bansos), dari sekadar objek bantuan menjadi subjek pembangunan ekonomi yang aktif.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menekankan bahwa kolaborasi lintas kementerian ini merupakan kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan secara struktural dan sistematis di Indonesia, Senin (16/2/2026).
Dari Penerima Bansos Menjadi Pemilik Usaha
Melalui Kopdes Merah Putih, para penerima manfaat tidak lagi hanya menunggu kucuran dana tunai dari pemerintah. Mereka didorong untuk bergabung sebagai anggota koperasi agar memiliki akses permodalan, usaha, dan jaringan pasar yang lebih luas.
Keuntungan utama bergabung dengan Kopdes Merah Putih meliputi:
Kepemilikan Bersama: Masyarakat memiliki andil dalam pengelolaan unit usaha desa.
Sisa Hasil Usaha (SHU): Setiap anggota berhak mendapatkan pembagian keuntungan yang menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.
Peningkatan Derajat Ekonomi: Mengubah mentalitas ketergantungan bantuan menjadi kemandirian ekonomi.
Sinergi Data dengan Kementerian Sosial
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendukung penuh langkah ini dengan mengarahkan seluruh basis data penerima manfaat bansos untuk berintegrasi dengan sistem koperasi. Sinergi ini bertujuan agar bantuan yang diberikan pemerintah memiliki nilai ungkit ekonomi yang lebih besar dan tepat sasaran.
“Kami ingin bantuan ini tidak hanya habis untuk konsumsi, tapi masuk ke sistem koperasi agar modalnya berputar dan membantu warga keluar dari garis kemiskinan,” ujar Gus Ipul.
Dengan pendampingan intensif dari Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi di level akar rumput. Program ini sejalan dengan visi besar Presiden dalam menyejahterakan rakyat melalui penguatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada desa dan kelurahan.
(*Drw)













