Faktamanado.id, EKONOMI – Langkah proaktif PT Pertamina (Persero) dalam memitigasi dampak bencana alam di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh mendapat sorotan positif dari Senayan. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Rabu (11/2/2026), Komisi VI DPR RI secara terang-terangan memuji efektivitas koordinasi BUMN energi tersebut dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah situasi darurat.
Anggota Komisi VI, Andre Rosiade, menyoroti betapa responsifnya jajaran Pertamina di lapangan saat bencana melanda. Menurutnya, Pertamina menjadi salah satu garda terdepan yang membantu pemerintah menyelesaikan permasalahan di daerah terdampak.
“Saya ucapkan terima kasih soal gerak cepat Pertamina dalam membantu masalah bencana di Sumatra Barat (Sumbar), Aceh, dan Sumatra Utara. Di Sumbar saya merasakan betul bagaimana cepatnya Pertamina membantu pemerintah,” ujar Andre Rosiade, Jumat (13/2/2026).
Pemulihan Kilat di Medan Berat
Apresiasi senada juga datang dari anggota Komisi VI lainnya, Mufti Aimah Nurul Anam. Ia mengagumi kecepatan pemulihan infrastruktur energi yang memakan waktu kurang dari satu bulan, meskipun tim di lapangan harus menghadapi kendala medan yang sangat berat.
Berkat kerja ekstra tim teknis, distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat terganggu akibat kerusakan jalan dan jembatan kini telah berhasil dinormalisasi kembali dengan cepat.
Inovasi Penyaluran LPG 3kg Lewat Desa
Selain membahas penanganan pascabencana, RDP ini juga menyentuh rencana strategis penyaluran LPG 3kg melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Inisiatif ini dirancang sebagai langkah jangka panjang untuk memperkuat ketahanan ekonomi desa pasca-bencana.
Program ini diharapkan mampu:
Memangkas rantai distribusi agar harga lebih terjangkau di tingkat konsumen.
Memperketat pengawasan agar penyaluran “gas melon” tepat sasaran.
Memberdayakan koperasi lokal sebagai penggerak ekonomi desa.
Dengan sinergi antara pemulihan infrastruktur dan inovasi distribusi, Pertamina diharapkan terus konsisten menjaga kedaulatan energi nasional, baik dalam kondisi normal maupun saat menghadapi situasi darurat bencana.
(*Drw)











