UNICEF dan Pemerintah Tiongkok Dukung Program MBG Indonesia

Perwakilan UNICEF Indonesia Maniza Zaman saat meninjau program yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rangka meningkatkan status gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya anak sekolah, balita, dan ibu hamil/menyusui di Jayapura, Papua, Rabu (4/2/2026)/Dok. BGN.

FAKTAMANADO.ID – United Nations Children’s Fund (UNICEF) memberikan apresiasi tinggi terhadap keseriusan Pemerintah Indonesia dalam membangun generasi masa depan melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) ini dinilai sebagai langkah strategis dan berskala besar dalam upaya meningkatkan kualitas gizi ibu dan anak di Indonesia.

Apresiasi UNICEF tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan bersama delegasi Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok, UNICEF Indonesia, dan Pemerintah Indonesia ke sejumlah lokasi layanan MBG di Kabupaten dan Kota Jayapura pada 4 Februari 2026. Lokasi yang dikunjungi meliputi sekolah, posyandu, hingga dapur layanan gizi.

Perwakilan UNICEF di Indonesia, Maniza Zaman, menyatakan bahwa kepemimpinan dan komitmen pemerintah dalam penguatan gizi nasional patut diapresiasi. Ia menilai Program Makan Bergizi Gratis sebagai contoh konkret kebijakan ambisius yang berdampak langsung pada kesejahteraan anak dan perempuan.

“UNICEF mengapresiasi Pemerintah Indonesia atas kepemimpinan dan komitmennya yang kuat untuk meningkatkan gizi ibu dan anak. Program Makan Bergizi Gratis yang dipimpin Badan Gizi Nasional merupakan contoh nyata upaya pemerintah yang ambisius dan berskala besar,” kata Perwakilan UNICEF di Indonesia, Maniza Zaman dalam rilis BGN yang dikutip redaksi, Kamis (5/2/2026).

Sementara Menteri Penasihat Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, Li Hongwei, menyampaikan bahwa negaranya memahami tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, karena Tiongkok pernah berada pada kondisi serupa. Menurutnya, perbaikan gizi anak menjadi salah satu kunci utama keberhasilan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Tiongkok.

Oleh karena itu, Pemerintah Tiongkok mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam meningkatkan standar gizi anak-anak dan perempuan di Papua. Kerja sama antara Pemerintah Tiongkok, UNICEF, dan Pemerintah Indonesia diharapkan menjadi contoh kolaborasi tripartit yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program MBG menjawab kebutuhan Papua dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Ketika anak-anak mendapatkan gizi yang baik secara konsisten, mereka memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, belajar optimal, dan menjadi generasi Papua yang kuat,” kata Li Hongwei.

Sedangkan Sekretaris Utama BGN, Sarwono, menegaskan bahwa kemitraan dengan lembaga internasional berperan penting dalam memperkuat kualitas pelaksanaan MBG, terutama melalui peningkatan kapasitas dan pendampingan teknis di lapangan.

Sementara itu, Juru Bicara BGN Dian Fatwa menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak sekadar program pemberian makanan, tetapi juga penguatan ekosistem layanan gizi yang berkelanjutan. Menurutnya, pemenuhan gizi yang konsisten sejak dini akan membuka peluang lebih besar bagi anak-anak Papua untuk tumbuh sehat, belajar optimal, dan menjadi generasi yang tangguh.

Kunjungan ini menegaskan komitmen bersama Pemerintah Indonesia, UNICEF, dan Pemerintah Tiongkok dalam memperkuat sistem gizi berbasis komunitas sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Papua dan percepatan terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Hingga Januari 2026, program nasional MBG yang berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini menjadi instrumen penting dalam pencegahan stunting, peningkatan status gizi, serta penguatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Di wilayah Papua, MBG dinilai mampu menjawab tantangan struktural yang selama ini dihadapi daerah tersebut, mulai dari tingginya prevalensi stunting, keterbatasan akses terhadap layanan gizi, hingga kesenjangan kualitas sumber daya manusia.

Melalui pendekatan berbasis sekolah dan komunitas, termasuk pemanfaatan Posyandu, MBG mendorong anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui memperoleh akses rutin terhadap makanan bergizi, edukasi gizi, serta layanan kesehatan pendukung.[zul]