Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Distribusi LPG 3 Kg di Sarolangun Lewat Operasi Pasar Terukur

Bantuan Kemanusiaan: Tembus Lokasi Terisolasi via Laut & Udara
Pertamina Indonesia/(foto:ilustrasi/fakta)

Faktamanado.id, EKONOMI – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terus memperkuat rantai distribusi LPG 3 kg di wilayah Jambi, khususnya di Kabupaten Sarolangun. Langkah strategis ini dilakukan guna memastikan pangkalan resmi tidak melakukan penyimpangan distribusi di tengah permintaan masyarakat yang tetap tinggi.

Fokus utama Pertamina saat ini adalah menjaga agar pasokan gas subsidi atau “gas melon” tetap mengalir lancar dan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima.

Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyatakan bahwa koordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah (Pemda) telah membuahkan hasil berupa jadwal operasi pasar yang terukur.

“Upaya ini dilakukan untuk memecah konsentrasi antrean dan menstabilkan harga di tingkat konsumen akhir agar tetap sesuai dengan aturan pemerintah,” jelas Rusminto dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).

Partisipasi Publik untuk Pengawasan Distribusi

Selain melakukan pengawasan internal secara berkala, Pertamina mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif mengawasi jalannya distribusi di lapangan. Partisipasi publik dianggap sebagai kunci utama keberhasilan program subsidi energi yang tepat sasaran.

Masyarakat diminta untuk tidak ragu melapor jika menemukan praktik kecurangan oleh oknum pangkalan, seperti:

  • Penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

  • Adanya indikasi penimbunan stok secara ilegal.

  • Penyaluran kepada pihak yang tidak berhak (spekulan).

Layanan Aduan Melalui Call Center 135

Jika menemukan adanya penyimpangan, warga dapat langsung melapor melalui Contact Center 135. Pertamina menjamin akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dan memberikan sanksi tegas kepada pangkalan yang terbukti melanggar aturan kemitraan.

Dengan penguatan distribusi dan pengawasan ketat ini, diharapkan stabilitas energi di Kabupaten Sarolangun tetap terjaga, sehingga masyarakat prasejahtera dan pelaku usaha mikro dapat menjalankan aktivitas harian tanpa kendala pasokan gas.

(*Drw)