Wujudkan Transparansi, Badan Gizi Nasional Ajak Warga Unggah Menu Makan Bergizi Gratis ke Media Sosial

BGN Klarifikasi Isu Siswa Dikeluarkan Terkait Makan Gratis
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana/(instagram)

Faktamanado.id, EKONOMI – Transparansi menjadi kunci utama dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh pemerintah. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, justru mengajak masyarakat untuk aktif mengunggah menu yang diterima anak-anak ke media sosial.

Langkah ini dianggap sebagai bentuk pengawasan publik yang efektif agar kualitas makanan yang disajikan kepada siswa tetap terjaga sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan. BGN menegaskan bahwa setiap unggahan di media sosial, baik yang bersifat pujian maupun kritik, akan sangat membantu proses evaluasi berkala.

“Kritik dari orang tua murid dipandang sebagai masukan berharga, bukan ancaman bagi penyelenggara program,” tegas Nanik dalam pernyataannya yang dilansir pada Selasa (27/1/2026).

Partisipasi Warga Tutupi Keterbatasan Pengawas

Nanik menyarankan agar warga yang mengunggah menu tersebut turut menyertakan detail waktu dan lokasi sekolah. Informasi yang mendetail akan memudahkan tim BGN untuk segera menindaklanjuti jika ditemukan adanya ketidaksesuaian kualitas atau kuantitas makanan di lapangan.

Partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan mengingat keterbatasan personel pengawas resmi. Saat ini, BGN hanya memiliki sekitar 70 orang tenaga pengawas untuk mencakup seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu, media sosial menjadi instrumen penting dalam memantau distribusi program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini.

BGN Kecam Tindakan Arogan Terhadap Kritik

Menanggapi insiden yang sempat terjadi di Lampung—di mana bantuan sempat dihentikan secara sepihak akibat adanya kritik dari warga—BGN mengecam keras tindakan tersebut. Pihak lembaga memastikan bahwa tidak boleh ada arogansi dari pihak penyelenggara lokal terhadap masukan dari masyarakat.

Program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan terus mengalami penyempurnaan melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat demi memastikan pemenuhan gizi anak bangsa yang optimal menuju generasi Indonesia Emas.

(*Drw)