Realisasi Energi Nataru: Konsumsi LPG di Jawa Timur Naik 4,2 Persen, Stok BBM Dipastikan Aman

Stok LPG 3 Kg Nataru DKI Jakarta Aman, Harga Sesuai HET
LPG 3 Kg (Dok. Ist)

Faktamanado.id, EKONOMI – Momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membawa dampak signifikan terhadap pola penggunaan energi di wilayah Jawa Timur. Pertamina Patra Niaga melaporkan adanya lonjakan pada konsumsi Liquefied Petroleum Gas (LPG) sebesar 4,2 persen dibandingkan rata-rata harian normal.

Kenaikan ini mencerminkan tingginya aktivitas memasak di level rumah tangga serta geliat sektor UMKM kuliner selama periode libur panjang. Hal tersebut disampaikan dalam laporan evaluasi Satgas Nataru yang dilansir pada Jumat (23/1/2026).

Berbeda dengan LPG, sektor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Gasoline (bensin) dan Avtur tercatat berada dalam kondisi stabil. Rata-rata konsumsi harian Gasoline berada di angka 13.664 KL, sementara Avtur untuk kebutuhan penerbangan mencapai 893 KL. Sebaliknya, konsumsi Gasoil (solar) mengalami penurunan karena berkurangnya aktivitas kendaraan industri selama masa liburan.

Stok Aman dan Layanan Serambi MyPertamina

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, menegaskan bahwa fluktuasi konsumsi tersebut sudah diantisipasi sebelumnya. Ia menjamin bahwa ketahanan stok energi di wilayah Jawa Timur berada dalam kondisi yang sangat aman.

“Meski ada fluktuasi pada beberapa jenis produk, ketersediaan stok secara keseluruhan dalam kondisi yang sangat aman dan terkendali melalui monitoring 24 jam,” ujar Iwan Yudha.

Untuk meningkatkan pelayanan bagi para pemudik dan pelancong, Pertamina juga mengaktifkan fasilitas Serambi MyPertamina di titik-titik strategis, seperti:

  • SPBU KM 66A: Menyediakan kursi pijat, area bermain anak, hingga layanan kesehatan gratis.

  • Bandara Juanda: Memberikan kenyamanan tambahan bagi penumpang angkutan udara.

Pengawasan Operasional 24 Jam

Demi memastikan kelancaran distribusi, Pertamina menjalankan monitoring operasional secara penuh melalui 6 terminal BBM serta ribuan SPBU dan agen LPG yang tersebar di Jawa Timur. Langkah preventif ini terbukti efektif dalam mencegah terjadinya kelangkaan energi di lapangan.

Dengan berakhirnya masa Satgas Nataru, Pertamina Patra Niaga tetap berkomitmen menjaga keandalan suplai energi guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

(*Drw0