Faktamanado.id, NASIONAL – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi mendalam mengenai struktur alokasi dana dalam program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah telah menetapkan standar biaya sebesar Rp15.000 per porsi untuk memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa angka tersebut bukanlah angka sembarang, melainkan hasil perhitungan matang yang mencakup kualitas gizi hingga rantai distribusi logistik.
Dilansir pada Jumat (16/1/2026), berikut adalah rincian penggunaan dana Rp15.000 tersebut:
Pembagian Biaya Bahan Baku Berdasarkan Jenjang Usia
BGN menerapkan sistem diferensiasi alokasi bahan baku untuk menyesuaikan kebutuhan kalori dan porsi makan siswa sesuai tingkat pendidikannya:
Siswa Kelas 3 SD hingga SLTA (SMA/SMK): Alokasi bahan baku makanan dipatok senilai Rp10.000.
Siswa PAUD hingga Kelas 2 SD: Alokasi bahan baku makanan ditetapkan sebesar Rp8.000.
Perbedaan ini didasarkan pada volume makanan yang dibutuhkan tiap kelompok usia agar asupan gizi tetap proporsional dan tidak terjadi pemborosan (food waste).
Alokasi Biaya Operasional dan Sistem Pendukung
Sisa dana dari alokasi bahan baku, yakni sebesar Rp3.000, dialokasikan khusus untuk biaya operasional. Nanik menegaskan bahwa dana operasional ini sangat krusial untuk menjaga roda program tetap berputar secara profesional di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dana operasional tersebut mencakup:
Penggajian Relawan: Melibatkan sekitar 47 relawan di setiap satuan layanan agar mereka mendapatkan upah yang layak.
Biaya Utilitas: Pembayaran listrik dan air di dapur umum atau pusat pengolahan.
Logistik: Sewa kendaraan dan bahan bakar untuk distribusi makanan dari dapur ke sekolah-sekolah.
“Dana ini memastikan para petugas mendapatkan haknya serta fasilitas pendukung tetap berjalan optimal. Masyarakat perlu memahami bahwa dana tersebut tidak hanya untuk makanan di piring, tetapi juga untuk sistem pendukung distribusi yang efisien,” tegas Nanik.
Dengan adanya transparansi ini, BGN berharap kepercayaan publik terhadap program MBG semakin meningkat, sekaligus memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan negara benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas gizi generasi muda Indonesia.
(*Drw)













